Rabu, 17 Oktober 2018

Jenis wali itu banyak. Jumlahnya mencapai 124.000, yang setara dengan jumlah para nabi. Menurut Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi (w. 638 H) dalam kitab Al-Futuhat Al-Makkiyah, jenis wali ada 589 jenis.

Salah satu jenis wali adalah Wali Malamatiyah atau Malamiyah (Wali yang Ingin Dicela Orang)

Sifat Malmatiyah ini sama dengan sifat Kabumian semakin Bumi di injak injak di Sakiti di kasih Kotoran semakin dia akan membalas dengan kebaikan dengan Tanah yang subur dan bisa di nikmati oleh yang menginjak injaknya memberinya kotoran dan mencangkulinya

Pesan Syaikhona wa Murabiruhina wa Habibuna Al Alim Al Alamah al Arifbillah al Sayyid Ahmad bin Ali Bafaqieh mufti Jogjakarta
"Hiduplah seperti Bumi yang selalu memberi seperti Api yang selalu bersemangat seperti Air yang selalu mendinginkan dan Seperti Angin yang selalu memberi kesejukan"

Wali jenis ini sukanya dicela, tidak ingin dipuji. Secara lahir beliau boleh saja berpenampilan gembel atau kayak orang gila. Kalau boleh menerka sosok wali di Indonesia yang masuk kategori ini adalah Ra Lilur, Mbah Ud, Mbah Liem, Wan Syehon, Habib Bakar, Habib Tompel, Habib Ja'far al Kaf,Habib Muhsin,Gus Dur, Gus Ahlis dan Gus Miek.

Nama yang terahir (Gus Miek) Beliau keluar masuk diskotik, kumpul dengan para tunasusila, penyamun, atau bajingan.

Gus Miek pernah berpesan,

“Jadilah seburuk-buruk manusia di mata manusia tetapi luhur di mata Allah.”

Al Marhum al Magfur lah Kyai Ahmad Shiddiq (Rois Am PBNU) dalam salah satu pengajiannya pernah cerita, di Bagdad ada seorang wali(Ibrahim bin Khawas) yang mencuri baju orang yang lagi mandi di hamam (pemandian hangat umum atau spa).

Aksi itu dilakukan dengan terang-terangan sehingga ketahuan, terus dikejar oleh massa, akhirnya ketangkap. Ketika ketangkap, massa kaget bukan kepalang, kok yang maling itu orang yang selama ini disebut dan terkenal wali.

Namanya massa mau wali kek atau siapa saja kalau maling ya dikasi pelajaran alias dipukuli. Nah, ketika si wali itu dipukuli beliau bergumam dalam hatinya,

“Alhamdulillah hasil maksud saya.”

Si wali bersyukur akhirnya nama baiknya tercemar yang tujuannya agar beliau bisa khusyuk bercengkrama dan berasyik-masyuk dengan kekasihnya, Allah Swt. Tidak ada yang mengganggu lagi.

Wallahu'Alam.

Bagaimana dg kita yg masih suka di puji bahkan gila pujian ???

Salam Nahdlah

0 komentar:

Posting Komentar

BERSYUKURLAH KEPADA SUAMI karena ALLOH,,,,,,,,,,,,,,,,

 o0o_بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم_ oOo BAHAGIA itu,,, sangat SEDERHANA (31) oOo السلام عليكم ورحمة الله وبركاته oO...