Selasa, 04 Desember 2018

DALIL ANJURAN MEMBACA SURAT YASIN
(MENJAWAB KRITIKAN UST. KHALID)
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Inti ceramah ust. Khalid sebagaimana dalam video berikut adalah menyayangkan banyaknya umat Islam yang suka membaca surat Yasin. Pindah rumah, baca Yasin. Orang mati (dibacakan) Yasin. Ditanya dalilnya, ga ada dalilnya. Cuma karena Yasin disebut sebagai jantungnya Al-Qur'an.
----------------------
Mula-mula saya tanya balik:
"Wahai ust. Khalid, siapa yang anda tanyakan  dalil untuk bacaan surat Yasin?
Sudah benarkah objek yang anda tanyakan?
Kalau tanyanya kepada yang belum tahu, ya tentu saja tidak bisa memberi jawaban"

Catatan ini akan menjawab pertanyaan anda, seputar dalil bacaan surat Yasin.
Dari sahabat Ma'qil bin Yasar Al-Mazni, Rasulullah bersabda:
{من قرأ يس ابتغاء وجه الله عز وجل، غفر له ما تقدم من ذنبه. فاقرءوها عند موتاكم}
"Barang siapa yang membaca surat Yasin, karena mengharap ridho Allah Azza wajalla, maka dosanya yang lampau diampuni. Dan bacakanlah surat Yasin untuk orang-orangmu (keluarga) yang sudah meninggal. (HR. Imam Baihaqi)

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda:
{إن لكل شيئ قلبا، وقلب القرٱن يس؛ ومن قرأ يس، كتب الله له بقراءتها قراءة القرٱن عشر مرات}
"Sesungguhnya segala sesuatu itu ada hatinya (jantung). Dan barang siapa yang membaca Yasin satu kali, dicatatkan baginya (ganjaran) membaca Al-Qur'an sepuluh kali" (HR. Imam Turmudzi, Imam Baihaqi, dll).

Riwayat lainnya:
{... يس قلب القرٱن، لا يقرؤها رجل يريد الله تبارك وتعالى والدار الٱخرة إلا غفر له. واقرءوها على موتاكم}
"... Surat Yasin adalah hati/jantung Al-Qur'an. Tiadalah seseorang membacanya karena mengharap ridho Allah dan kebaikan kelak di Akhirat, kecuali dosa orang tersebut diampuni.
Maka bacalah surat Yasin untuk orang-orang yang sudah meninggal" (HR. Imam Ahmad, Imam Nasa'i, Imam Tabrani, dan Imam Marwazi)
----------------------

Dari tiga hadis di atas, apakah anda masih mengatakan "Tidak ada contoh dari Nabi"?
Lantas, perintah Nabi dalam hadis2 tersebut dianggap angin lalu?!

Lihatlah para perawi hadis-hadis di atas. Apakah ust. Khalid menganggap dirinya lebih alim dan lebih mengerti dibandingkan dengan Imam Ahmad?! Lebih mengenal silsilah hadis dibandingkan Imam Tabrani dan Imam Nasa'i?!

Satu lagi, Ust. Khalid sepatutnya berhati-hati dengan statementnya "Tidak ada contoh dari Nabi". Pernyataan seperti ini justru mengerdilkan kemuliaan Rasulullah. Anda seolah-olah menyamakan kedudukan Nabi dengan umat Islam pada umumnya. Itu salah besar. Dan bahkan berpotensi su'ul adzab pada Nabi.
Ketahuilah, bahwa beliau SAW sendiri menegaskan:
{لست كهيئتكم}
"Aku ini tidak seperti kalian"

Maksudnya, ada beberapa hal yang bisa/boleh bagi Nabi, tapi tidak boleh bagi kita. Seperti puasa wisol, dan tidak batalnya wudu' Nabi hanya karena tidur terlentang. Dan banyak lagi lainnya.

Intinya, janganlah kita menganggap bahwa apa yg dilakukan Nabi, serta merta boleh kita lakukan juga. Dan apa yang tidak pernah dicontoh Nabi, lalu kita anggap sebagai bid'ah. Pemahaman seperti itu tidak ada landasan pembenarannya.
Wallahu a'lam bissawab.

-ZUS-

0 komentar:

Posting Komentar

BERSYUKURLAH KEPADA SUAMI karena ALLOH,,,,,,,,,,,,,,,,

 o0o_بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم_ oOo BAHAGIA itu,,, sangat SEDERHANA (31) oOo السلام عليكم ورحمة الله وبركاته oO...