بسم الله الرحمن الرحيم.
تَشَوُّفُكَ اِلٰى مَابَطَنَ فِيْكَ مِنَ
العُيُوْبِ خَيْرٌ مِنْ تَشَوُّفِكَ اِلٰى مَا حُجِبَ عَنْكَ مِنَ اْلغُيُوْبِ.
Artinya : Keinginanmu untuk mengetahui aib2 (kekurangan)
yang tersimpan pada dirimu, itu lebih baik daripada, keinginanmu untuk
terbukanya hijab ghaib (tirai ghaib) bagimu.
Syarah : ke'inginan kita untuk mengetahui kekurangan, dan
kesalahan yang ada pada diri kita, seperti : Hasud, kikir, hubbu dunya, dll.
Kemudian melepaskan diri, dari semua itu, itu lebih baik
daripada keinginan kita, untuk terbukaknya tirai ghaib yang menghijab diri
kita, dari sesuatu yang ghaib, seperti : bisa melihat rahasia2 mahluq, bisa
melihat sesuatu yang akan terjadi, bisa melihat apa yang ada di atas langit dan
di perut bumi, dll.
Kekurangan2(uyub) pada diri kita itu ada tiga :
(1) Uyubun Nafsi yaitu
yang berhubungan dengan syahwat2 jasmani, seperti : ingin makan enak,
minum enak, pakean bagus, rumah mewah,
kendaraan mewah, istri dua dll.
(2) Uyubul Qolbi yaitu yang berhubungan dengan Syahwat
qolbiyah, seperti : senang di puji, senang di sanjung, senang di mulyakan,
sombong, hasud, dll.
(3) Uyuburruh, yaitu yang berhubungan dengan bagian2
batiniyah, seperti : Mencari karomah, mencari makom, dll.
Ketiga uyub (kekurangan/cacat) tersebut merusak kedudukan
kita sebagai hamba Alloh, dan menghalang2ngi kita untuk memenui hak2 Alloh
sebagai Tuhan kita.
sumber : KH. Ainurrofiq ( kitab Al-Hikam )
sumber : KH. Ainurrofiq ( kitab Al-Hikam )
0 komentar:
Posting Komentar