Sabtu, 22 Juni 2013

Nabi Isa, Ayat al-Qur’an Menjadi Dalil bagi Ketuhanan Nabi Isa ‘Alaihis Salam ?

Pertanyaan:

Apa bantahan Syaikh yang mulia terhadap mereka yang berdalil dengan ayat ini:
فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا
“Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami.” (QS at-Tahrim: 12)
bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam adalah anak Allah, Maha Tinggi Allah dari apa saja yang dikatakan oleh orang-orang yang zhalim?

Jawab:

Ayat ini terdapat dalam surat at-Tahrim:
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا
“Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami.” (QS at-Tahrim: 12)
Dan dalam surat al-Anbiya:
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا
“Yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami.” (QS al-Anbiya: 91)
Ayat ini menegaskan peniupan ruh itu pada diri Maryam dan bahwa tiupan itu sampai ke kemaluannya, sehingga dia mengandung Nabi Isa ‘alaihis salam. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا
“Lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.” (QS Maryam: 17)
Dia adalah malaikat yang berkata,
إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا
“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS Maryam: 19)
Disebutkan dalam kitab tafsir bahwa malaikat tersebut meniupkan ruh ke dalam saku baju Maryam, sehingga tiupan itu sampai ke dalam rahimnya. Lalu ia pun mengandung Nabi Isa ‘alaihis salam.
Yang dimaksud dengan ruh di sini adalah ruh yang Allah ciptakan yang menghasilkan kehidupan, sebagaimana terjadi pada Nabi Adam ‘alahis salam. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS Hijr: 29)
Allah telah meniupkan ruh pada diri Nabi Adam ‘alaihis salam. Sama halnya dengan Nabi Isa ‘alaihis salam, beliau diciptakan dengan ruh ini yang merupakan makhluk-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril.” (QS al-Qadr: 4)
Dan firman-Nya,
يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلائِكَةُ صَفًّا
“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf.” (QS an-Naba: 38)
Jadi Nabi Isa ‘alaihis salam adalah makhluk yang diciptakan dari tiupan ini yang merupakan ruh ciptaan Allah yang dengannya Dia menciptakan semua manusia, dan yang pertama dari mereka adalah Nabi Adam ‘alaihis salam. Allah berfirman,
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati.” (QS as-Sajdah: 9)
Atas dasar ini maka tidak ada keistimewaan bagi Nabi Isa dengan ruh tersebut, justru beliau seperti makhluk lainnya yang terdiri dari ruh dan jasad yang bisa bergerak dan bisa berbolak-balik dalam kehidupan ini. Wallahu a’lam. (Syaikh Abdullah bin Jibrin)
_

Pertanyaaan:

Allah berfirman,
إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ
“Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.” (QS an-Nisa: 171)
Sebagian orang Nasrani mengatakan: “Ayat ini menguatkan apa yang kami yakini bahwa Nabi Isa adalah salah satu dari yang tiga (Bapak, Anak dan Ruhul Qudus).” Lalu apa jawaban syar’i terhadap kedustaan ini?

Jawab:

Ini adalah pendapat batil. Pendapat tersebut tidak sesuai dengan ayat tersebut dan zhahir ayat tidak mengisyaratkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkannya dalam ayat ini, kemudian Dia mengganti dari nama ini kepada nama aslinya, yaitu Isa, kemudian Dia menisbatkannya kepada ibunya, Maryam, sebagaimana selainnya dinisbatkan kepada bapaknya. Kemudian Allah menyebutkan bahwa beliau adalah utusan-Nya, artinya orang yang diutus dari Rabb-nya kepada Bani Israil. Kemudian disambungkan kepadanya sebuah sifat, yaitu bahwa beliau adalah Kalimatullah, maksudnya Allah menciptakannya dengan kalimat kun ‘jadilah’, sebagaimana dengan kalimat ini Allah telah menjadikan Adam tanpa bapak dan ibu. Kemudian Allah juga mensifatinya bahwa beliau adalah ruh dari ruh-ruh yang telah Allah ciptakan.
Pada ayat terdapat tiga nama dan tiga sifat yang dimiliki oleh Nabi Isa ‘alaihis salam. Penamaan Isa sebagai putra Maryam membatalkan pendapat bahwa beliau adalah anak Allah. Karena Nabi Isa telah dinisbatkan kepada ibunya, yaitu Maryam. Kemudian Nabi Isa disifatkan sebagai utusan Allah, artinya orang yang diutus oleh Allah seperti para utusan lain yang telah Allah amanatkan berupa syariat-Nya dan Dia mengutusnya kepada makhluk-Nya untuk beribadah kepada Allah. Lalu disebutkan Nabi Isa adalah Kalimatullah yang dengannya Alah mengutus seorang malaikat, lalu malaikat tersebut meniupkan pada saku baju Maryam, lalu tiupan tersebut sampai ke rahimnya sehingga Maryam pun mengandung beliau. Lalu disebutkan bahwa Nabi Isa adalah ruh dari Allah. Ini adalah idhafah tasrif (penyandaran kemuliaan) seperti baitullah (rumah Allah) dan naqatullah (unta Allah).* Jadi beliau adalah ruh yang Allah ciptakan.
Adapun ruhul qudus yang mengenainya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ
“Dan Kami memperkuatnya dengan ruhul qudus.” (QS al-Baqarah: 87)
Maka yang dimaksud dengannya adalah Jibril, yaitu malaikat penyampai wahyu yang turun kepada para nabi dan dia adalah makhluk Allah seperti malaikat-malaikat yang lain. Wallahu a’lam. (Syaikh Abdullah bin Jibrin)
***
 [*]Lihat QS asy-Syam: 13 lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya.”

Disadur dari Menjawab Ayat dan Hadits Kontroversi, Pustaka at-Tazkia 2010.
sumber : http://alhilyahblog.wordpress.com/2012/04/20/ayat-al-quran-menjadi-dalil-bagi-ketuhanan-nabi-isa-alaihis-salam/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar